Simpang Lima

1678 Words

Begitu mereka tiba di area makan, Said langsung berseru lantang, "Yoooook makan sepuasnya! Ahmad yang bayarin!" Semua orang, termasuk Raisa dan teman-temannya, tertawa terbahak-bahak. Salwa hanya bisa menutupi wajahnya dengan tangan, merasa malu mendengar seruan itu. Ahmad, di sisi lain, hanya tersenyum kecil. "Udah biasa Bang Said gitu," ujar Salwa sambil mencari tempat duduk. Mereka akhirnya memilih sebuah meja panjang yang cukup besar untuk menampung rombongan mereka. Meja panjang di sudut area makan itu menjadi pilihan sempurna untuk rombongan mereka yang cukup besar. Di bawah lampu-lampu neon yang memancarkan cahaya hangat, meja itu tampak mengundang dengan kursi-kursi yang sudah ditata rapi. Ahmad, yang memimpin rombongan, dengan cekatan memanggil seorang pelayan. "Mas, tolon

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD