Bab 21 - Rumah Sakit 2 "Kau, bagaimana bisa?!" Arga shock menatap wajah Kevan yang ternyata sudah berubah. Arga tidak menyangka, jika wajah Kevan tidak hancur lagi. Entah kapan ia mengoperasi wajahnya. Kecewa, Kevan sama sekali tidak mengajarinya. Kevan bangun, ia meringis merasakan sakit di pipinya. Pukulan yang di lakukan oleh Arga, lumayan membuat rahangnya sakit. "Kenapa? Kaget hah!" sentak Kevan. Arga masih diam. "Kenapa kau sama sekali tidak mengabariku. Kau tega Kevan, bagaimana bisa?" "Jangan kau memberi tahu siapapun, tentang wajahku! Aku ingin melihat mereka hancur, orang-orang yang sudah membuatku seperti ini!" Baru saja, Arga ingin membuka suaranya. Suara ketukan pintu membuatnya mengurungkan niatnya. Tok tok tok "Masuk," ucap Arga. "Dok, maaf operasi akan sege

