Bab 22 - KoMa Arga menggeleng, ia tidak percaya. "Tidak mungkin." Kevan yang melihat kekhawatiran Arga, langsung menghampiri sahabatnya itu. Regel pun mengikuti Kevan. Arga masih mencoba memastikan dugaannya. Sudah seharusnya sedari tadi Arancia sadar, namun sampai saat ini ia belum juga siuman. "Ada apa, Ga? Mengapa kau begitu khawatir dan panik?" tanya Regel heran. Arga menatap kedua sahabatnya bergantian, raut khawatir dari wajahnya tidak dapat ia sembunyikan. "Arancia, dia ... Koma!" Deg Kevan langsung mematung di tempatnya. Menatap wajah pucat yang masih senantiasa setia menutup kedua matanya. "Seharusnya ia sudah sadar sedari beberapa menit yang lalu, tetapi entah kenapa sepertinya ia tidak berniat untuk bangun. Sepertinya ia betah berada di alam sana, dia ... seolah-ol

