"Aku sudah tidak sanggup lagi menahan rasa cinta yang aku sembunyikan lebih dari empat tahun lamanya, Bi." Senja mulai menitikkan air mata. "Tidak apa-apa. Di sini tidak ada keluargamu. Tidak ada Abangmu yang akan mengetahui semua rasa sedihmu," jawab Bianca mulai berdiri agar duduknya lebih dekat dengan Senja. Bianca tahu betapa sulitnya melupakan seseorang yang selalu ada di hati. Semua kenangan tentu terus berputar dalam ingatan Senja. Kala Kalvian memberinya kasih sayang yang salah dia artikan. Senja menangis pilu dalam pelukan Bianca. Sedangkan orang suruhan Kalvian masih saja melakukan panggilan vidio. Secara otomatis, apa pun yang terjadi kepada Senja akhirnya diketahui oleh Kalvian. Semesta mungkin sedang mendukung takdir Senja. Lelaki yang dia cinta, akhirnya tahu segala rasa

