"Abang, bukankah itu Kak Vira?" tanya Senja kepada Kalvian. Lelaki tampan itu mengeryit dengan tatapan kaget ke arah Senja. "Mana?" "Belakang kamu selang empat meja," jawab Senja lirih. Menunggu beberapa detik sebelum akhirnya, Kalvian menoleh ke arah yang ditujukkan Senja. "Iya, mungkin dengan kekasih barunya," ucap Kalvian. "Bagimana kalau dia melihat kita?" tanya Senja takut kalau Vira akan tahu hubungan yang sebenarnya terjadi antara dirinya dan Kalvian. Meski Senja belum memberikan jawaban, secara otomatis, dia penyebab kandasnya hubungan Vira dan sang Kakak. Kalvian meraih tangan Senja yang berubah dingin. Sebisa mungkin lelaki berparas tampan itu menenangkan agar Senja tak berpikir buruk dengan apa yang terjadi. Tak lama, pesanan datang, Senja mencoba menikmati waktu luang

