"Aku akan menemui Kalvian dulu. Kamu istirahat saja duluan!" Alvaro menatap lembut ke arah istrinya. Kinan mengangguk, "Jangan terlalu memaksakan kehendak. Mereka sudah dewasa dan sudah tahu kapan keduanya akan melanjutkan hubungannya." "Iya, aku paham!" Alvaro mengusap pelan kepala Kinan. Alvaro ke lantai atas, sedangkan Kinan masuk ke dalam kamarnya. Tak berapa lama, Alvaro mengetuk pintu kamar Kalvian. Tanpa menunggu Kalvian membukakan pintu, Alvaro masuk. "Papa ...!" Kalvian yang sedang asik dengan ponselnya langsung berdiri menyambut kedatangan Papanya. 'Biasanya ada hal penting kalau Papa datang ke kamar,' ucap Kalvian dalam hati. "Duduklah!" Alvaro berada di dekat putranya, menepuk pelan pundak Kalvian sebelum duduk di sofa. "Ada apa, Pa?" tanya Alvaro. "Enggak ada hal pent

