"Percuma juga kalau aku nolak kan? Siapa tahu Abang kasih aku obat tidur terus aku dibawa pulang kan?" Ucapan Senja membuat semua orang tertawa. Alvaro menepuk pelan kepala putrinya dengan tawa berderai. "Ayo kita pulang!" Ajak Alvaro membantu Kalvian mengangkat koper ke bagasi. Perjalanan ke rumah lebih ramai, karena ada Senja dan Kalvian. Mata yang harusnya mengantuk malah kembali ceria. Sampai di rumah, mereka memutuskan untuk ke kamar masing-masing karena tak mau mengganggu kakek juga nenek. "Karena sudah larut, kalian harus segera tidur. Besok kita akan melanjutkan obrolan," ucap Alvaro setelah kendaraan berhenti di halaman. "Aku mau nginep di kamar Kakak," seru Kiara dengan wajah girang. "Baiklah, ayo kita ke atas!" Senja dan Kiara berjalan lebih dulu. Di susul Kalvian lalu Al

