40. Malam Terakhir Di Singapura.

1530 Words

Waktu terus berlalu, dua hari di Singapura, membuat Kalvian juga bekerja dari jauh. Untungnya Papanya masih membantu pekerjaannya. Sehingga dia tidak terlalu kerepotan untuk menghandle pekerjaan. Hubungan Senja dan Kalvian juga semakin baik. Meski Senja belum menunjukkan rasa cintanya kepada lelaki yang pernah dia hindari kehadirannya itu. Suasana apartemen juga semakin ramai karena kehadiran Kalvian. Setiap pulang kerja, Senja sudah disuguhkan beberapa makanan yang dibeli Kalvian. Bahkan Bainca pun merasa lucu dengan tingkah lelaki tampan yang mulai bucin itu. Seperti sore ini, Kalvian tidak menjemput Senja, karena Bianca yang akan mengantarkan pulang. Sekalian anak tunggal Alvian itu ingin menghabiskan waktu bersama sebelum besok dia harus ditinggal Senja ke Jakarta. "Abang beli apa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD