Senja bangun di jam seperti biasa. Namun pagi ini dia merasa berbeda. Aroma lelaki yang dia cintai masih saja terendus begitu dekat. 'Perasaan cuma mimpi, kok aromanya semakin nyata sih,' ucap Senja dalam hati. Wanita cantik itu mulai membuka mata lebar saat pingganya juga terasa berat. "Ini bukan mimpi!" Senja mulai mendongak, dan ternyata, lelaki yang di rindukan tidur satu ranjang bersamanya. Senja langsung bangun dan membuat Kalvian meringis kesakitan karena cubitan di bagian lengan. "Abang ...." Senja teriak kencang. "Aww ...! Sakit tahu!" Kalvian menggosok lengannya dengan meringis kesakitan. "Lagian kenapa Abang tidur di kamar aku? Kapan Abang sampai?" rentetan pertanyaan Senja membuat Kalvian terkekeh. Lelaki itu menarik keras tangan Senja hingga, wanita cantik itu masuk ke

