"Apakah kamu mengundangnya?" tanya Senja menatap penasaran ke wajah suaminya. "Enggak. Papa yang mengirim undangan khusus bersama Om Alvian," jawab Kalvian. "Apa kau marah saat dia benar-benar datang?" Senja penasaran dengan perasaan suaminya yang melihat kedatangan Firman. Seseorang yang pernah menjadi rivalnya. Lelaki yang menyadarkannya akan perasaan cinta kepada wanita yang kini sah menjadi istrinya. "Tidak. Untuk apa aku marah, karena akulah pemenangnya bukan?" Kalvian menjawab dengan sebuah senyum kemenangan. Firman datang karena merasa tak enak kepada bosnya yang menjadi sahabat baik Alvaro. Meski tidak sering bertemu, setidaknya ada rasa malu saat nanti mereka bertemu tanpa di sengaja. Lelaki yang menjadi asisten pribadi Alvian itu juga sudah rela melepas wanita yang dicinta.

