Karina bergegas menuju gerbang taman bermain dia merogoh tas jinjingnya untuk mencari ponsel, menghubungi Altair atau mungkin Orion untuk menanyakan keberadaan mereka karena dirinya merasa datang paling telat. Belum sempat ponselnya di temukan, seseorang menepuk pundaknya. Di sampingnya ada Altair yang entah sejak kapan sudah datang. "Maaf aku telat," ucap Karina merasa tidak enak. "Mana Vega dan Orion?" "Vega telat, mungkin juga tidak bisa datang. Orangtuanya baru pulang dari dinas luar kota, mengajak makan siang bersama. Kalau Orion, aku tidak tahu," Altair melihat jam tangannya, "kita masuk duluan saja. Sayang kalau tiket yang kau beli hangus semua." Karina mengangguk semangat. Altair jalan mendahuluinya. Ketika ingin menyusul Altair, ponsel yang sejak tadi dicarinya berbunyi menan

