"Aku mau sandwich tanpa telur untuk makan siang!" Jeyana mengangkat tangannya dengan semangat seperti anak kecil. Berbanding terbalik dengan adik perempuannya yang tengah duduk manis seraya menyantap oatmeal. Seorang wanita sekitar umur 40an yang tengah mengenakan apron khas ibu rumah tangga, menunjuk Vega menggunakan spatula. "Anak cantik yang satu itu tidak mau sandwich tanpa telur juga? Makan kesukaan kalian 'kan sama." Vega menyinggungkan senyum kecil, dan menggeleng pelan. "Aku tidak mau makan banyak. Hari ini 'kan ada janji pergi bersama teman. Pasti di luar nanti, kami juga akan makan bersama." Pratama –ayahnya- yang duduk bersebrangan dengannya, menaruh Koran di atas meja. Menatap Vega penuh selidik. "Benar hanya teman? Ayah dengar dari Jeyana, beberapa hari lalu kekasih Altair

