Karan menyilangkan kedua tangannya di d**a begitu melihat Andara yang baru saja pulang diantar oleh seseorang yang sangat dikenalnya. Pintu itu terbuka menampilkan sepupu cantiknya dengan wajah yang berbinar. “Dianterin siapa?” tanya Karan tiba-tiba begitu Andara dengan langkah riang berjalan ke arahnya. Andara hanya menyunggingkan senyumnya lebar tanpa mau membalas pertanyaan Karan. “Menurut lo?” “Jangan bilang, itu guru yang elo taksir?” tanya Karan tepat sasaran. Lagi-lagi Andara tersenyum memamerkan gigi putihnya. Andara benar-benar terlihat bahagia begitu Karan mengetahui orang yang paling dicintainya. Berbeda dengan Karan, cowok itu menutup matanya sejenak menahan gejolak di dadanya. Dengan napas berat, Karan membuka kedua matanya yang langsung bertat

