BAB 68

1512 Words

Tidak pernah terbayang dalam benak Kiara kalau dirinya akan menjamu Winda dan Limantara sebagai tamu. Biasanya yang terjadi justru kebalikannya. Kiara duduk di samping Emilio, menghadap langsung pada Limantara yang duduk dengan tegak dan Winda yang menyilangkan kaki ke samping. Baru kali ini juga ia melihat Winda terdiam saat bertemu dengannya. Tidak ada amarah, makian, atau pun hinaan yang selalu keluar dari mulut perempuan itu kala bertemu dengannya. Nina yang menyajikan minuman hangat secara langsung, dibantu oleh dua pelayan berseragam. Teh hangat disajikan dalam poci porselen putih dengan empat cangkir mewah. Nina membantu menuang teh pada keempat cangkir, meletakkan gula serta s**u dan juga kue-kue untuk cemilan. “Silakan dicoba Tuan dan Nyonya,” sapa Nina ramah. Winda mengangguk k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD