BAB 69

1507 Words

Kiara menatap dengan tertegun di gerbang pemakaman mewah. Terlihat begitu rapi, bersih, dan indah. Lebih mirip sebuah taman dari pada pemakaman. Mobil yang dikendarai Emilio meluncur perlahan melewati jalanan panjang dengan pepohonan rindang di sisi kanan dan kiri. Bila tidak melihat deretan batu nisan, maka akan terkesan sedang berjalan-jalan di bukit dengan pemandangan yang Iuar biasa teduh serta indah. “Kiara, hari ini aku ingin mengenalkamu pada mendiang istriku.” Emilio memarkir mobil, dengan buket bunga di tangan menggandeng Kiara melewati jalanan kecil untuk menuju pemakaman yang berada di tepat di tengah. “Kiara, ini makam Meliani.” Kiara terduduk di samping makam, mengusap lembut rumput yang halus dan juga papan nama. Perasaannya menjadi sedih seketika, teringat akan foto peremp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD