Bab 17

1421 Words

"Katakan iya saja dan oke, jangan katakan tidak saat aku mengajakmu menikah." ♡♡♡♡♡♡ Kayla mengusap batu nisan itu dengan penuh keikhlasan. Yang dibutuhkan adalah do'a, bukan tangisan. Walau tak ia pungkiri bahwa hatinya masih sedih dan air mata masih mengalir dengan deras. Argan mengusap bahu Kayla. Meminta Kayla berdiri dan meninggalkan area pemakaman. Sekali lagi, Kayla menoleh ke belakang dan tersenyum tipis. Dengan dibonceng Argan, motor kembali melaju menuju panti asuhan. Ia dan Argan akan berusaha mengendalikan para orang-orang yang sedang berdebat itu. "Biar saya yang mengurusnya." Argan dan Kayla terkejut akan kedatangan boss mereka. Memilih mendengarkan dan tidak ikut campur dulu. Sampai sebuah keputusan dari boss membuat Kayla dan Argan terkejut mendengarnya. Saat boss ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD