Kesedihanku bukan kesedihanmu, bahagiaku bukan bahagiamu. Akankah kita sejalur lagi? Ataukah kita akan berbeda jalur? ***** Kayla menatap dinding rumah sakit dengan tatapan kosong. Dia baru saja sadar dan mendapatkan cercaan tak mengenakkan dari sang suami. Dia sadar bahwa ada sesuatu yang hilang dari hidupnya. Saat terbangun tak mendapati suara tangisan bayi, saat terbangun tak mendapati aroma bayi. Bayinya telah tiada, dan ini salahnya. Seharusnya dia cepat tanggap saat dia jatuh waktu itu. Hingga bayinya harus pergi meninggalkannya. Air mata tak henti menetes dari kedua matanya. Dia merasa sangat kehilangan. Bayinya adalah semangatnya, tetapi kini dia harus kehilangannya. "Buat apa kamu menangis?" Raka menatap Kayla dengan tajam. "Aku kerja, sampai lembur supaya bisa bertemu kamu,

