Sang perawat tersenyum sinis. “Aku bisa saja berkata demikian tapi bagaimana dengan cctv dikamar Ms. Sandors?” Setelah itu mengangkat sudut bibirnya. “Anda tidak bisa lari lagi Ms. Elena, kejahatan anda harus saya bongkar ke hadapan Mr. Ethan,” -PLAAKKK- Akibat tamparan keras pipi kiri membiru dan membentuk jari-jari Elena disana. “Lancang kau b***h,” Bentak Elena. Ancaman Elena bukanlah suatu masalah besar karena rekaman cctv lah yang akan mengungkap kejadian sebenarnya. Tak ingin kejahatannya terbongkar Elena segera mencari tahu letak ruang rekaman cctv. Elena tersenyum puas didepan sebuah ruangan yang diyakininya sebagai ruang rekaman cctv. “Dewa keberuntungan masih berpihak padamu Elena,” Ucapnya entah pada siapa karena nyatanya tidak ada siapapun disana selain

