Rintik air terasa sangat kuat menghantam tubuh. Rasanya dingin dan perih secara bersamaan. Penglihatannya yang gelap perlahan menampilkan sebuah tempat yang diselimuti padang rumbut dengan gunung batu mengelilinginya. Sha Arden terkesiap saat sebuah bayangan dan terdengan debuman tanah menuju ke arahnya. Warrior itu membelalakan mata. Sebuah pedang tiba-tiba tertancap di tanah sebelah telinganya. Napasnya memburu, jantungnya berdetak kencang dan lehernya tercekat. Segera Arden melirik sosok yang telah melakukan hal tersebut padanya. “Jika kau tidak fokus, kau akan mudah mati!” ucap seseorang tersebut. Kembali Arden dibuat terkejut. Pasalnya orang tersebut sangat dikenalinya dan mustahil sekarang ada di hadapannya, berdiri dengan berkacak pinggang. “A-ayah?!” Arden segera bangkit dan me

