“Ayah?” Lucy tertegun. Bagaimana sosok sangat licik seperti penyihir Lim bisa mengucapkan kata-kata yang begitu lembut. Laki-laki yang kini terlihat memiliki rambut lebih hitam tanpa janggut menjuntai menatap heran pada Lucy. “Ada yang salah Lucy?” Penyihir putih tidak menjawab, hanya bisa menatap Lim dalam kebisuannya. Lim memberikan senyumannya. Ia merunduk dan mengangkat tubuh Lucy ke dalam gendongannya begitu mudah. Hal tersebut membuat Lucy terkejut. Walau di umurnya yang ke tujuh belas tahun memiliki postur tubuh yang mungil, tetap saja tidak seorang pun dengan mudah membopongnya. “Anak Ayah tidak semestinya bermain sampai malam begini, kita harus pulang dan makan malam bersama!” Lim mendekap Lucy dalam rengkuhannya. Berada dalam gendongan Lim terasa aneh bagi Lucy. Ia mengangk

