CHAPTER TIGA PULUH DUA

1725 Words
            Sandra melempar tasnya ke atas ranjang lalu menatap dirinya di cermin. Ia tertawa, tertawa keras hingga air matanya menetes, meratapi hidupnya yang menyedihkan. Ia menatap rambutnya yang sebagiannya basah karena terkena telur dan berbau amis. Ia ingat rasanya saat telur itu menghantam kepalanya dan pecah mengenai rambut dan sebagian wajahnya. Kejadian yang sepertinya akan terus membekas di otaknya.             Ia melangkah gontai menuju kamar mandi dan menyalakan pancuran air. Ia membiarkan tubuhnya basah hingga akhirnya menjatuhkan diri ke lantai dan duduk memeluk lututnya sendiri. Ia terisak. Ia tahu bahwa dunia yang ia tinggali tak lagi sama. Bagaimana bisa ia hidup di dunia ini saat tahu semua orang membencinya. Haruskan ia benar- benar pergi?             Tubuh Sandra mulai menggigil. Dingin menusuk ke tulangnya yang paling dalam tapi ia tak juga ingin beranjak. Ia masih memeluk lututnya dengan posesif hingga mendengar suara seorang wanita memanggil namanya.   ***               Kinan turun dari mobil dan setengah berlari masuk ke dalam apartemen. Ia menakan tombol lift berkali- kali, meski tahu bahwa apa yang ia lakukan tak bisa mempercepat gerak kotak besi itu.             Ia mengertakan giginya dan menatap layar kecil di atas pintu lift yang sedang dalam perjalanan ke atas. Kinan menghela napas kasar lalu berlari menuju tangga darurat dan naik ke lantai tempat unit Sandra berada.             Kinan sampai di lantai Sandra dengan napas terengah- engah. Ia terus berjalan cepat hingga sampai di depan unit Sandra. Sebelah tangannya merogoh tasnya dan mengambil akses unit wanita itu. Sandra memang memberikan satu akses cadangan pada Kinan agar wanita itu bebas masuk ke unitnya. Akses itu kadang berpindah tangan dari Kinan, Karin dan juga Samuel.   ***               “Sandra...” pintu kamar mandi terbuka lebar, Kinan menatap Sandra dengan tatapan sedih. Ia mematikan pancuran air lalu mengambil handuk dari lemari kecil yang ada di sana lalu menyelimuti tubuh Sandra dan membantunya berdiri.             Sandra menurut saat Kinan mendudukannya di ranjang. Kinan mengambil sepasang piyama dari lemari dan membantu Sandra mengganti pakaiannya yang sudah basah.             “Kenapa kamu seperti ini?” Kinan menahan tangis kala melihat Sandra hanya menatap ke depan dengan tatapan kosong. Kinan tengah mengeringkan rambut Sandra dengan hair dryer dan wanita masih menatap ke depan dengan tatapan tak terbaca.             “Kamu kenapa ke sini?” Sandra akhirnya membuka mulutnya.             Kinan berpikir sebentar lalu menjawab, “aku menghkawatirkanmu.”             Kinan tak mungkin bilang bahwa ia datang setelah melihat video dirinya dilempari telur oleh orang tak dikenal beredar di internet, juga video saat mobilnya dikerjai. Kini wanita itu kembali jadi bahan olok-olokan di media sosial. Beberapa orang berkomentar bahwa Sandra pantas mendapatkannya. Bahwa perundungan yang menghatam Sandra tak akan sebanding dengan sakit hati  si istri sah.  Bahwa jika mereka melihat Sandra di jalan, mereka akan melakukan lebih dari sekedar melempari Sandra dengan telur atau mengerjai mobilnya. Mereka bisa melakukan yang lebih daripada itu.             Kinan masih berbaring di sebelah sahabatnya yang sudah memejamkan matanya. Kinan bisa merasakan seberat apa yang dilalui sahabatnya hari ini. Mereka pernah membicarakan bagaimana jika hubungan Samuel dan Sandra akhirnya terbongkar. Sandra bilang, ia akan menerima semua kemarahan dan makian Priska, karena sadar apa yang ia lakukan adalah sebuah kesalahan. Ia bilang ia siap menelan semua sendiri. Ia siap memetik dari buah yang ia tanam. Tapi wanita itu pasti tidak menyangka bahwa bukan hanya Priska yang marah dan kini memakinya. Wanita itu tak menyangka bahwa semua portal berita menyorotnya. Sandra yang bukan siapa- siapa kini menjadi perbincangan semua orang. Sandra nyatanya tak mampu mengendalikan buah dari kesalahannya. Ia tak mampu menelannya sendiri.   ***               “Sandra baru saja tidur.” Kata Karin sesaat setelah mematikan ponselnya. Ia menaruh benda pipih itu di atas meja lalu duduk di sebrang Kara.             “Mereka semua tak berhak melakukan itu pada Sandra.” kata Kara saat melihat video- video yang beredar di internet. “mereka yang merundung mungkin tak jauh lebih baik dari Sandra.” katanya lagi.             Kara familiar dengan apa yang dialami Sandra. Hal itu begitu dekat dengannya. Jika ia yang mengalaminya, ia mungkin sudah terbiasa. Tapi saat tahu jika Sandra yang mengalaminya, ia tak bisa membayangkan sakit hati yang dialami wanita itu. Jika ia bisa menggantikan posisi Sandra, ia akan melakukannya. Apalagi saat ia sadar bahwa dirinyalah yang secara tak langsung menyeret Sandra hingga sampai di posisi seperti ini.             Seharusnya ia tak membiarkan Sandra kembali ke kantor. Harusnya ia bersikeras menyuruh wanita itu tetap di rumah sampai berita mereda. Harusnya ia bisa bisa menyelamatkan Sandra dari kejadian itu seandainya ia memaksa Sandra mengikuti perintahnya.             “Berita Sandra masih ada menjadi trending. Tidak ada berita yang bisa menutupi.” Kata Karin saat melihat tablet di tangannya.             “Haruskan kita buat berita yang lebih menarik untuk meredakan berita mengenai Samuel dan Sandra?” tanya Kara pada Karin. “tapi, semua masa laluku sudah terbongkar. Sudah tak ada yang bisa dikorek dari kehidupanku.” Kata Kara akhirnya. Gadis itu menatap Karin yang tampak berpikir lalu melihat gadis itu melirik ke Petra yang sedang memainkan ponsel di sebelahnya.             Kara mengernyitkan dahi lalu menggeleng cepat. “Aku tak mau menyeret orang lain lagi.” Katanya, tepat saat Petra mengangkat wajah dan menatap Kara dan Karin secara bergantian.             “Ada apa?” tanyanya saat melihat Karin dan Kara tengah menatapnya.             “Tidak ada apa- apa.”   ***               Samuel termenung di meja kerjanya. Ia sudah melihat video Sandra yang beredar di internet. Ia menahan geram, ia berjanji akan menyelidikinya dan membawanya ke jalur hukum, termasuk orang- orang yang berkomentar keterlaluan pada wanita itu. Tapi, ia bingung harus memulai dari mana. Ia tidak mungkin bisa mempidanakan semua orang yang berkomentar, tapi tak juga bisa menerima orang- orang itu menyerukkan sumpah serapahnya pada Sandra, wanita yang dicintainya.             Tadi pagi, beberapa wartawan menunggu di depan kantornya demi mendengar penjelasannya karena sampai saat ini, ia dan Sandra memilih bungkam. Membuat berita tentangnya tak juga mereda karena banyak orang yang berspekulasi dan membenarkan perselingkuhan itu. Haruskan Samuel membuat klarifikasi dan membenarkan semuanya? Ia masih ingat saat ayahnya marah besar padanya. Pria paruh baya itu menyuruhnya untuk memberikan klarifikasi bahwa rumor itu tidak benar, bahwa ia tak ada hubungan apapun dengan wanita itu dan menyuruhnya memutuskan hubungan dengan Sandra.             Samuel tahu bahwa ia tak sanggup kehilangan Sandra, tapi tak juga kuasa menggugat cerai Priska. Tak memungkiri, ia tak sanggup kehilangan semua hartanya dan memberikannya secara cuma- cuma pada Priska, wanita yang entah sejak kapan menjadi wanita yang paling ia benci.             Sebelumnya, ia berpikir bahwa ia tak akan pernah jatuh cinta lagi hingga ia memutuskan untuk menandatangani perjanjian pranikah bersama Priska. Setelah gagal berkali- kali naik pelaminan, Samuel akhirnya menerima perjodohan itu demi ibunya. Ia tak mengharapkan rumah tangga yang harmonis karena tahu keduanya tak saling mencintai, juga tak berharap bertemu seseorang lagi. Ia berpikir bahwa cukup dengan bekerja, hidupnya akan terbiasa, ia tak membutuhkan apapun lagi. Pekerjaannya membuatnya melupakan semuanya. Ia tak pernah berpikir bahwa hatinya yang telah ia kunci akhirnya terbuka oleh sosok Sandra.             Ia sempat memutuskan hubungan beberapa kali dengan Sandra karena tahu bahwa itu adalah sebuah kesalahan. Ia pikir bahwa Sandra berhak mendapatkan laki- laki yang lebih baik dari dirinya. Ia kembali ke pernikahannya dan mencoba memulai semua dari awal. Tapi, Priska memang terlalu keras kepala. Saat Samuel menginkan anak agar tak pernah berpikir kembali pada Sandra, wanita itu bilang bahwa ia belum siap mengandung dan punya anak, wanita itu bilang bahwa ia masih ingin menikmati hidupnya karena tahu hidupnya tak akan sama lagi setelah punya anak.             Akhirnya Samuel kembali lagi pada Sandra. Ia tahu, sejauh apapun ia pergi, ia akan kembali pada wanita itu, selama apapun ia pergi, wanita itu akan selalu menunggunya. Akhirnya, Samuel terperosok lebih jauh. Rasa cintanya kini telah mengakar begitu kuat.             Samuel tak punya pilihan selain bertahan pada Sandra saat semua orang mencemoohnya. Ia yang membawa Sandra dalam posisi  ini. Ia tak mungkin meninggalkannya begitu saja demi menyelamatkan harga dirinya. Ia akan bertahan apapun yang terjadi.   ***               Sandra membuka matanya dan melihat jam yang sudah menunjukkan lewat pukul dua belas malam. Ia menoleh ke samping dan melihat Kinan masih berkutat dengan ponselnya.             “Haruskah aku melepaskan Samuel?” katanya lirih. Kinan langsung menoleh dan menatap Sandra dengan tatapan bingung.             “Haruskah aku melepaskannya?” tanyanya lagi.             “Tanya pada hatimu. Kalau tak kuat menanggung beban yang lebih berat, lepaskan saja.” Kata Kinan akhirnya. Ia tahu, bahkan jika Samuel dan Sandra berhasil memperjuangkannya, pandangan orang- orang tak akan pernah berubah. Selamanya, Sandra akan di cap sebagai perebut suami orang.             Sandra tersenyum kecil. “Aku akan melepaskannya. Aku yakin aku bisa.” Katanya. Bibir Sandra bergetar menahan tangis. Tapi, air mata itu akhirnya jatuh juga sekuat apapun ia mencoba menahannya. Ia tahu bahwa ia tak akan pernah sanggup melakukannya.   ***               Priska tersenyum puas melihat video di layar ponselnya. Ia tertawa dan menonton video itu berkali- kali demi melihat wajah menyedihkan Sandra. Ia memerhatikan mimik wajah Sandra dan mematrinya di otaknya. Ia bersumpah tak akan pernah melupakan wajah menyedihkan itu. Wajah kemarin yang dengan pongahnya meminta ia menceraikan Samuel. Mata yang kemarin menatapnya dengan penuh percaya diri seakan ia bisa melewati semuanya. Setelah semua yang terjadi hari ini, Sandra seharusnya sadar bahwa ia tak bisa membungkam mulut- mulut orang yang membencinya. Wanita itu akan banyak mengalami yang lebih dari hari ini karena wanita tampak tak punya malu karena masih berani berkeliaran.             Wanita bermuka tembok itu akan sadar bahwa ada hal- hal yang tak bisa ia lakukan meski ia punya banyak uang. Priska bersumpah bahwa ia akan membuat Sandra menyesal pernah menyuruhnya menceraikan Samuel. Ia tidak akan pernah melepaskan Samuel untuk wanita sepertinya, atau wanita manapun.             Di tempat yang berbeda, Samuel menatap ponselnya dan menonton video yang tengah viral itu. Sebelah tanganya terkepal dengan sempurna. Ia tahu bahwa Sandra sudah terseret terlalu jauh dan kegilaan orang- orang semakin tidak terbendung.             Samuel melakukan panggilan ke ponsel wanita itu namun suara Kinan yang justru menyapanya diujung sambungan.             “Bagimana keadaan Sandra?” tanya Samuel.             “Dia sudah tertidur.” Jawab Kinan.             Samuel bernapas lega. Bersyukur ada di Kinan yang bisa mendampingi wanita itu di saat ia masih sibuk berkutat dengan pekerjaannya.             Setelah memastikan kondisi Sandra, ia menutup sambungan dan melemparkan ponselnya ke atas meja. Sebelah tangannya menyambar gelas berisi air putih di atas meja dan  meneguknya hingga tandas.             Samuel tak punya cara untuk meredam berita yang semakin menggila di luar sana. Tapi ia bisa menuntut orang dalam video. Ia akan memastikan bahwa ia akan menemukan perempuan itu dan menyeretnya ke penjara. Ia akan memastikan orang itu  bertanggung jawab atas apa yang sudah ia lakukan pada Sandra.  TBC LalunaKia
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD