CHAPTER 39

1102 Words
Disisi Arvin, begitu mendengar bel istirahat berbunyi, cowok itu terlihat buru-buru keluar dari kelasnya. Putra dan Doni yang melihat itu nampak sedikit bingung dengan sikap sahabatnya yang satu itu. Pasalnya biasanya, Arvin tak pernah seburu-buru itu hanya untuk pergi ke kantin saja. Tapi nampaknya tidak untuk hari ini. Melihat Arvin yang nampak sedikit terburu-buru dengan raut wajah yang nampak sedikit panik membuat kedua laki-laki itu penasaran. Apa yang membuat Arvin menjadi seperti ini. "Vin, mau kemana sih lo, kok kaya buru-buru gitu," ujar Putra bertanya. "Kantin," jawab Arvin singkat tanpa menoleh, cowok itu masih sibuk memasukkan bukunya kedalam tas. "Kantin doang, gak usah buru-buru gitu lah. Biasanya juga gak pernah gitu. Emang lo lagi laper banget ya?" kini giliran Doni yang bertanya. Arvin terdengar menghela nafasnya pelan, cowok itu menoleh sejenak untuk menatap Doni dan Putra bergantian. "Lo tau Qila kan?" tanya Arvin balik yang langsung diangguki Doni dan Putra. "Tau, temennya Gladis adek lo itu kan. Yang anaknya super ramah, yang anak dari kemarin bareng sama lo," jawab Doni yang mendapat anggukan setuju dari Putra. Arvin membalasnya dengan sekali anggukan saja. "Iya," jawab Arvin. "Gue mau ketemu dia. Dia lagi butuh gue sekarang," lanjut cowok itu membuat Putra dan Doni semakin bingung. "Maksudnya?" tanya Putra tak paham. Ini sebenarnya yang membuat Arvin sedikit enggan untuk mengobrol dengan sahabatnya. Mereka itu sangat lemot. Arvin malas lama-lama. Arvin memutar bola matanya kesal. "Intinya dia lagi gak baik-baik aja belakangan ini. Lo tahu sendiri kan adek gue juga sempet nampar temen dia yang satunya lagi," katanya. "Lah iya juga ya," celetuk Putra. "Itu bukannya yang temenan sama adek lo lebih lama ya yang di tampar. Bukannya Qila malah baru temenan waktu SMA ini aja?" lanjut cowok itu. Arvin mengangguk singkat. "Gue gak bisa jelasin sekarang," kata Arvin. "Gue harus buru-buru ke kantin. Adek gue udah chat gue katanya suruh cepet-cepet samperin mereka," katanya lagi. "Lo berdua kalo masih penasaran atau gimana mending tanya nanti aja. Sekarang coba lo berdua ikut gue, gue juga minta tolong ke lo berdua.Untum kali ini gunain mulut lo berdua buat bantu Qila. Gunain mulut pedes lo berdua kalo gue kasih kode untuk bantuin Qila," ujar Arvin menambahkan. "Sekali-kali, coba gunain mulut pedes lo berdua untuk hal-hal yang bermanfaat, contohnya membela Qila dari setan-setan yang nanti bakalan ngeganggu dia," lanjutnya. Perlu diketahui bahwa Putra dan Doni memang sedikit lambe. Mereka banyak mengikuti akun gosip khususnya untuk SMA Rajawali. Namun, tak urung mereka juga banyak mengikuti akun-akun gosip SMA lain. Jadi, mereka adalah orang yang paling update. Mulut Doni dan Putra juga sangat pedas saat mencibir. Arvin sebenarnya bingung kenapa dirinya mau berteman dengan mereka berdua. Pasalnya, mendengar Gladis adik kandungnya yang banyak bicara atau selalu mengoceh itu saja terkadang membuat Arvin dongkol sendiri di buatnya. Tapi, dirinya malah memiliki fia teman yang memiliki sifat yang sama persis dengan adiknya Gladis. Oh ya, soal si anak baru itu, Arvin yakin Putra dan Doni sudah banyak mengetahui berita itu sekalipun Arvin belum cerita sama sekali mengenai hal itu. Karena memang, sebenarnya berita anak baru di SMA Rajawali sudah diumumkan dari jauh-jauh hari di akun gosip SMA Rajawali Ya, bisa dibilang pemilik akun gosip itu sudah mirip seperti paparazi. Dan Arvin juga yakin kalau baik Doni maupun Putra, kedua temannya itu pasti juga sudah sedikit lebih banyak mengetahui beberapa hal yang menyangkut soal anak baru itu. Arvin bisa tanya kepada mereka nanti. Sekedar informasi saja, di akun gosip SMA Rajawali bahkan juga selalu menyebarkan beberapa informasi mengenai sifat, riwayat dan kelakuan di sekolah lama seorang anak baru yang memasuki SMA Rajawali. Entah bagaimana mereka bisa mendapatkan informasi itu. Tapi yang jelas, informasi yang didapatkan itu selalu valid. Karena memang disertai bukti. Namun, akun gosip SMA Rajawali yang dipegang oleh entah siapa itu orangnya, selalu saja meng-upload riwayat siswa baru di sekolah lamanya itu dalam waktu yang cukup lama. Banyak yang mengira bahwa si pemegang atau admin akun itu sedang berusaha mencari informasi yang lebih lanjut. Tapi, menurut klarifikasi yang diberikan pemilik akun itu, dia bukannya sedang berusaha mencari informasi lebih lanjut, melainkan memang sengaja meng-upload nya sedikit lebih lama. Sejauh ini, tak ada yang parah di riwayat anak-anak baru SMA Rajawali Semuanya hanya masalah-masalah ringan saja. Ya, paling tidak masalahnya hanya soal terlalu banyak membolos. Itu saja paling banyak 7 hari membolos. Untuk masalah lain, sepertinya tidak ada. Dan lagipula, tak terlalu banyak anak baru di SMA Rajawali. Doni dan Putra mengangguk saja mendengar perkataan Arvin meski kedua cowok itu sendiri tak paham dengan apa yang dikatakan oleh Arvin. Setelah dirasa Arvin sudah mendapatkan jawaban yang tepat, cowok itu langsung saja melanjutkan memasukkan bukunya kedalam tas kemudian setelah selesai cowok itu segera berlalu pergi meninggalkan kelas diikuti dengan Putra dan Doni dibelakangnya. Di sepanjang perjalanan menuju kantin, telinga Arvin banyak mendengar obrolan seputar anak baru yang duduk di kelas 10. Banyak dari mereka yang mengatakan bahwa si anak baru itu memiliki wajah yang sedikit seperti bule. Hanya saja, banyak juga yang menyangkalnya. Gosipnya sih, di akun gosip SMA Rajawali yang memang sudah lama merilis foto si anak baru itu, di foto yang diunggahnya memang wajah si anak baru itu nampak sedikit bule. Tapi yang membuat gagal fokus adalah caption di bawah foto itu. Di caption jelas saja tertulis 'Jangan tertipu hanya dengan foto' di tambah emoticon tertawa. Yang kalau menurut pengertian Arvin, itu berarti foto yang di upload itu palsu atau sudah di edit. Dan caption yang menjadi perdebatan sekaligus titik balik itulah yang sekarang diperbincangkan. Siswa-siswi yang sudah menemui si anak baru itu secara langsung jelas saja langsung mengetahui makna caption yang digunakan di akun gosip itu. Sedangkan siswa-siswi yang belum bertemu secara langsung jelas saja tak percaya sebelum membuktikannya sendiri. Arvin berhenti sejenak. Doni dan Putra pun demikian karena melihat Arvin yang tiba-tiba berhenti. Kekhawatiran Arvin masih nampak jelas, namun hatinya sedikit tenang begitu mendengar banyak orang yang membicarakan si anak baru itu dengan sedikit bumbu-bumbu mencibir, alias obrolan buruk. Setidaknya Arvin rasa, Qila tak perlu merasa sakit hati mendengarnya karena diri Qila justru lebih baik daripada anak baru itu. Lagipula, Qila juga jauh lebih banyak disukai anak-anak SMA Rajawali. "Kenapa berhenti Vin? Bukannya kata lo Qila lagi butuh lo ya?" tanya Doni bingung. "Gue mau tanya. Emang bener di foto yang dirilis di akun gosip SMA Rajawali, si anak baru itu punya wajah yang rada bule gitu?" tanya Arvin tanpa menjawab pertanyaan Doni. Doni dan Arvin mengangguk saja. Memang benar kenyataannya. Itu yang mereka lihat. Arvin nampak menyeringai samar. Menatap dua temannya itu dengan tatapan yang tidak dapat dibaca. "Mau membuktikan sesuatu?" Doni dan Putra seketika terdiam. Mereka saling melirik bingung. Dan inilah rencana Arvin untuk menyelamatkan Qila dari kesedihannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD