"Kayaknya habis kecelakaan itu, otak lo makin pinter ya, Ga. Beruntungnya gue punya teman kayak lo." Sam berkata sambil tertawa bahagia. Angga dan Sam sedang menghadapi ujian semester genap untuk kenaikan kelas dua belas. Angga lebih sering menginap di rumah Sam, selain karena tak betah di rumah, Angga juga ingin memenuhi keinginan Sam yang meminta diajarkan beberapa pelajaran. Angga ikut senang jika semangat belajar Sam mulai bangkit kembali. Setidaknya kali ini anak itu memiliki kekhawatiran tidak akan naik kelas, atau tidak akan bisa lulus SMA. Meskipun berbeda kelas dan jurusan, Sam tetap yakin belajar dengan Angga, karena anak itu lebih cepat tanggap daripada dirinya. Angga bisa dikatakan lumayan jago dalam pelajaran berhitung dan memiliki tingkat pemahaman yang bagus terhadap bacaa

