Mamaku Cuma Satu

1189 Words

"Nggak bisa gitu, Pa! Papa udah janji Minggu lalu!" Angga protes atas keputusan tiba-tiba papanya untuk tidak pergi menjenguk Inaya dan Khanza di rumah nenek. "Nggak bisa, Ga. Mama Selly dan Enzy lagi sakit. Papa nggak bisa ninggalin mereka gitu aja." Bima mencoba menjelaskan dengan lembut, ia berharap Angga mengerti keadaan dan tak memaksanya selama Selly dan Enzy belum sembuh. "Selly sama anaknya bisa dijemput sama ibunya, Pa. Mereka bisa tinggal sebentar dan dirawat di sana." Angga memberi usulan. "Mama Selly, Ga!" tegas Bima yang berkali-kali mendengar Angga masih menyebut Selly tanpa embel-embel mama. "Udah berapa kali papa ingatkan?" "Mamaku cuma satu, Pa. Udah berapa kali juga aku bilang?" Bima menghela napas lelah, sulit baginya untuk mengatur Angga. Ia sudah terlalu kerasa ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD