Angga tinggal di apartemen Selly, bersama Bima dan Enzy. Ia mendapatkan keluarga baru dan orang-orang baru yang harusnya tak pernah hadir dalam hidupnya. Ia seolah dipaksa untuk memerankan smeua bagian yang tak diinginkan. Sebab itu, ia menjadi lebih dingin dan pendiam saat di rumah. Angga merasa tak ada yang perlu dikatakan, kalau pun ada, itu akan sangat banyak, tapi tak berguna. 'Harusnya kamu nggak pernah ketemu papa.' 'Harusnya papa nggak pernah melirik dia.' 'Harusnya kalian tak ditakdirkan bersama dengan menghancurkan hati wanita lain.' Harusnya dan seharusnya seperti yang diinginkan Angga, terus menjadi protesnya entah pada siapa. Semua itu hanya menjadi bualan tak berguna, karena hidup tak selalu seperti yang diharapkan. Setelah pertemuan terakhir hari itu, Angga terus meneru

