"Kamu nggak usah datang ke pengadilan, Mas. Biar urusannya cepat kelar." Nindita berkata pada Bima waktu itu. Setelah menjalani berbagai proses, akhirnya Nindita dan Bima menandatangani surat perceraian. Mereka akhirnya bercerai yang menyisakan tangis di mata anak-anak. "Ma ... apa itu artinya Naya bukan anak Papa lagi?" tanya Inaya pada mamanya saat malam itu mereka tidur bersama. Mendengar pernyataan itu seketika mambuat mata Nindita kembali basah. Ia tahu tak ada anak yang akan siap dengan perceraian kedua orangtuanya. Namun, diantara tiga anaknya, Inaya lah yang benar-benar terlihat menyedihkan. Nindita tahu, ada luka dan kecemburuan yang bersarang dalam dadanya. Luka saat melihat papanya begitu hangat dengan anak lain, Enzy. Gadis kecil itu cemburu pada hak yang seharusnya tetap me

