Bicara Dua Wanita

1211 Words

"Aku akan gugat cerai di pengadilan. Ayo bercerai, Mas!" Mendengar itu, Bima menatap Nindita begitu lama. Ada yang terasa merintih perih di hatinya, entah karena masih tersisa rasa cinta, atau karena merasa bersalah. Atau memang karena rasa tamak ingin tetap memiliki keduanya. Namun, ia tetap diam. Ia tahu persis bahwa Nindita bukan tipe wanita yang tak berpikir panjang. Setiap keputusan sudah ia pikirkan baik buruknya, dan tak ada yang bisa mempengaruhinya dengan cara apa pun. "Nin ... apa harus bercerai? Tolong jangan seperti ini, Sayang!" Bima tak tahan, ia akhirnya bicara. Lelaki itu ingin mendekat, tapi Nindita menahannya seraya meletakkan jarinya di bibir, mengisyaratkan Bima untuk diam dan tetap di tempat. "Jangan panggil aku seperti itu lagi, Mas. Aku sudah bilang itu menjijikk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD