“Ros, boleh tukar tempat duduk, nggak?” pinta Dinda pada salah satu teman sekelasnya. Sejenak Ros menatap bingung pada Dinda. Permintaan yang aneh, karena sejak dulu ia tak pernah ingin menukar posisi dari meja terdepan itu. Tak hanya Ros yang merasa tak paham dengan permintaan Dinda, tapi Angga tak sengaja mendengar, yang duduk di dekat dinding deretan ke tiga juga menatap Dinda dengan raut wajah penuh tanya. “Lo serius?” Ros bertanya ingin memastikan. Dinda mengangguk seraya tersenyum. Setelah itu, ia mengambil buku-bukunya dan pindah ke meja yang semulanya ditempati oleh Ros. Dinda mengedipkan sebelah mata sambil tersenyum melihat Angga yang duduk di samping mejanya masih menatap tak percaya pada kelakuan gadis itu. “Balik, Din. Bisa-bisa nilai lu turun kayak gue. Atau bahkan lu

