Mengkambinghitamkan

1323 Words

“Angga, buka pintunya!” teriak Nindita dari luar kamar. Ia terus menerus menekan handel pintu kamar Angga yang dikunci dari dalam. Nindita menunggu Angga pulang sekolah. Ia khawatir dengan keadaan anak sulungnya itu. Perempuan itu juga merasa ada hal yang tidak ia ketahui, yang disembunyikan Angga. Pasalnya, Angga berubah drastis sejak beberapa waktu lalu. Nindita tak tahu sebab apa. Mesin motor Angga terdengar, hingga membuat Nindita bangun dari kursi di teras. Ia berdiri dan ingin menyambut Angga. Lebih tepatnya bertanya banyak hal karena desakan rasa penasaran dan khawatir yang menguasainya. Angga mematikan mesin motornya, sejenak ia diam di atas motor, terlihat urung ingin melepaskan helm. Melihat mamanya yang berdiri menunggunya, membuat ia merasa kembali kecewa pada diri sendiri.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD