Bima pulang lebih awal dai kantor, ia mampir di apartemen Selly seperti biasanya. Jam masih menunjukkan pukul tiga lewat saat ia masuk ke apartemen. Hanya waktu itu yang dimiliki Bima untuk berduaan dengan istri mudanya. “Hai, Mas!” Selly menyambut kedatangan Bima saat lelaki itu baru saja memasuki ruang utama. Selly bergelayut manja di lengan sang suami, seperti yang sering ia lakukan. Langsung saja Bima menghujaninya dengan kecupan kerinduan, seolah memang sudah lama tak bertemu. “Aku masak spesial buat kamu lho, Mas.” Selly berkata dengan bangga karena ia menyiapkan makanan untuk Bima. Itu artinya ia ingin menunjukkan bahwa ia juga bisa menjadi istri yang sempurna, melakukan tugas seperti yang dilakukan Nindita selama ini. “Oh ya?” tanya Bima penasaran. Biasanya Selly lebih memili

