20. Pujian Tapi Ujian

1182 Words

"Maaf," lirih Arimbi pelan. Saat ini Arimbi dan Athala sedang di mobil untuk pulang. "Untuk?" tanya Athala tanpa menoleh ke arah Arimbi dan tetap fokus mengemudi. "Untuk tadi di cafe. Aku marah-marah nggak jelas." Athala hanya mengulum senyum dengan ucapan Arimbi tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. "Ck ... Kok cuma senyum aja. Itu maksudnya dimaafin atau nggak dimaafin?" Arimbi duduk menyamping agar bisa melihat ke arah Athala. "Dimaafin, kok. Lagi pula aku sama sekali nggak marah sama kamu. Aku juga sedikit salah karena terlalu cuek sama kamu dan nggak dengerin dumalan kamu tadi," ucap Athala dengan menoleh sekilas. Arimbi menatapnya sambil tersenyum. Hal itu disadari Athala karena terlihat dari sudut matanya. "Kenapa menatapku seperti itu?" Arimbi tersentak dengan pertanyaan A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD