Back Kiss You!

2283 Words

Waktu sudah menunjuk angka tujuh malam. Langit di luar rumah semakin gelap, hanya diterangi cahaya lampu jalan yang redup. Sesil dan Diana akhirnya tiba di rumah setelah seharian beraktivitas. Mereka baru saja menemani Niko memangkas rambutnya di barbershop dan mampir makan di salah satu kedai yang sering mereka kunjungi. Setelah menghabiskan waktu bersama, rasa lelah mulai terasa saat mereka melangkah masuk ke dalam rumah. “Gila ya, si Bagas. Mamanya aja nggak tahu kalau dia suka sama elo,” kata Sesil tiba-tiba saat dia membuka sweaternya dan melemparkannya ke sofa. “Kita-kita sebenarnya baru berasumsi aja sih, ya. Tapi perlakuan dia ke elo itu beda. Terlalu kelihatan.” Diana menghela napas panjang, merasakan beban yang entah kenapa semakin berat di dadanya. "Udahlah, Sil. Jangan ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD