Jangan Berharap Lebih

2119 Words

Malam telah berubah menjadi dini hari, ketika akhirnya Sean dan Diana tiba di rumah mereka. Jam di dinding menunjukkan angka dua subuh, menandai akhir dari perjalanan panjang dan melelahkan dari Sydney ke Jakarta. Udara malam yang dingin seperti menyelimutkan rasa kantuk ke seluruh tubuh mereka. “Capek!” keluh Diana seraya merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur, tenggelam di antara lipatan seprai yang terasa dingin menyentuh kulitnya. Sean berdiri di sisi lain ruangan, melepas sweater yang menempel di tubuhnya. Gerakannya pelan namun tetap memancarkan aura percaya diri yang khas. Ia meletakkan sweater itu di atas sofa dekat tempat tidur, dan sejenak terdiam, matanya memandang Diana yang berbaring. Diana melirik ke arahnya, naluri kewaspadaan perempuan itu tiba-tiba bangkit. Ada sesuat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD