Tidak ada yang bicara, semuanya diam tapi air mata terjun tanpa bisa dihentikan. Tidak hanya Melvin, Lili atau bahkan Gianta yang menangis sedih melihat dan mendengar suara Leana yang begitu menyesakkan, menyakitkan. Tidak hanya mereka yang bisa merasakannya tapi juga beberapa ART yang mendengarnya. Diam-diam mereka menguping. Mereka adalah ART yang sudah lama bekerja di sana, bahkan saat Leana masih ada di rumah itu dulu. Entah berapa lama membiarkan Leana larut dalam tangis dan perasaannya hingga dia berhenti sendiri tapi tubuhnya menjadi lemah karenanya. “Maaf, aku menangis seperti ini,” ucapnya pelan penuh kesedihan. Dia masih ada dalam pelukan Melvin, menenangkannya sebisa mungkin. Lili pun ikut mengusap punggung putrinya itu untuk menenangkan. “Nggak apa-apa. Jika itu membuatmu

