43. Alendra Alexander, Separuh Jiwa Leana

1204 Words

Selesai makan malam, mereka bersantai lagi di sofa ruang tengah. Kali ini tidak di dekat Melvin, Leana bersandar manja pada sang ibu. Di luar hujan turun dengan derasnya menjadi latar yang syahdu untuk berkumpul bersama. “Na, boleh tanya sesuatu?” Lili memecah hening antara mereka. “Iya? Tentu,” jawab Leana tanpa mengubah posisinya itu. Bersandar nyaman pada sang ibu membuat Leana rindu kala dulu saat masih remaja. Dia selalu melakukan itu sambil bercerita. Namun, Lili tak langsung mengutarakan pertanyaannya. Masih diam, menimbang, hati-hati. “Putramu itu, laki-laki atau perempuan?” tanyanya pelan. Pada akhirnya, Lili harus membahas hal itu dengan Leana walaupun dia tahu itu luka untuk sang putri. Dan Leana sendiri tak segera menjawab, terdiam cukup lama, sedikit mengundang sesak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD