36. Sebingkai Kenangan

1160 Words

Matanya mengedar ke setiap sudut ruang kamarnya yang sudah lama tidak Leana tempati. Tapi kamar itu seakan hidup dan sering sekali ditempati. Aroma wangi khas dirinya menguar ke indera penciumannya. Leana menyukai wangi yang segar dan lembut tapi tidak feminim. Duduk di sisi ranjang, dia terdiam cukup lama. Tatapannya menerawang pada jendela yang tertutup. “Mungkinkah di sini?” Leana membatin, teringat kembali tujuannya ke rumah lamanya itu. Ah, andai tidak terjadi masalah di negara tempat Leana melarikan diri dan berkarya dengan bebas, dia mungkin sudah tidur nyaman di kasur itu. Kembali tanpa merasa malu, merasa rendah, karena Leana menyembunyikan kehamilannya dari semua orang, hanya Nala yang tahu, bahkan Avena pun tidak tahu. Berdiri dari duduknya, Leana berjalan ke salah satu b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD