“Kau datang,” sambutan itu diterima Leana begitu tiba di rumah orang tuanya. Hanya ada sang ibu di sana yang memang menikmati masa tuanya dengan menghabiskan waktu di rumah saja. “Iya, Ma,” balas Leana menerima pelukan sang ibu. Lili segera mengambil alih Alvaro dari gendongan Leana. Tampak bahagia sekali dengan bayi itu. Melihat apa yang ibunya lakukan, Leana jadi berpikir, apa mungkin ibunya akan bersikap demikian jika anak yang dikandung dan dilahirkan sendiri oleh Leana akan diperlakukan sehangat itu? Ah, emosinya mendadak naik teringat putranya yang tak lagi ada. Sentuhan di bahu Leana itu menyadarkan. Dia memberikan kekuatan dan semangat untuknya. Nala tahu Leana pasti teringat akan bayinya. “Kenapa bengong di situ? Ayo masuk,” ajak Lili yang sudah di ambang pintu rumah besar

