Semerbak aroma bayi berembus, sontak hati Jagat menghangat. Desirnya lembut. Detik di mana ada dua orang wanita—mungkin babysitter—menghantarkan si kembar kepadanya. Tidak hanya mereka saja, ada Mami Ancala. Justru beliau yang menemani Jagat di sini, meski dengan segudang kejudesannya itu. Jagat sempat menjulurkan tangan untuk menyalami takzim, diterima memang, tetapi kilat. Basa-basi sudah Jagat tanyakan soal Papi Galaksi, katanya beliau masih di Bumantara. Jagat lalu bertemu mereka, anak-anaknya. Wah .... Mata Jagat berbinar. Senyumnya terulas. Ada perasaan yang sulit dijabarkan ketika melihat si kecil. Namun, yang jelas itu rasa hangat. Sehangat desirnya. Kenyataan bahwa dirinya adalah seorang ayah ternyata begitu menyenangkan. Hei. Jagoan. Ingin Jagat ucapkan, tetapi hanya men

