32 | Petuah Papi

2309 Words

Harusnya Seruni tidak ke sini, ya? Harusnya diam saja di rumah. Melihat secara langsung kedekatan pria yang—mungkin pernah atau masih—dia cintai itu rasanya jauh lebih perih. Yeah ... cintanya mungkin sudah hilang, yang tersisa hanya tinggal rasa sakit dari jatuhnya. Jatuh cinta. Seruni menatap sosok pria yang akrab dengannya di sebelum semua kepahitan ini terkuak. Jagat itu laki-laki yang ... apa, ya? Menarik. Sangat. Dari caranya membimbing Seruni ketika masih kuliah di luar negeri. Mengobrol dengan Jagat kala itu amat menyenangkan dan sekarang kisah indah yang pernah ada serupa mimpi manis belaka. Seruni tidak bohong bahwa Jagat sangat menarik. Dia sosok yang bisa membuatnya tersipu, lalu darahnya berdesir, kemudian dadanya berdebar ... hanya dengan mata tak sengaja saling bertemu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD