Pesona Kaori

1020 Words
Jake seakan terbius dengan pesona Kaori. Kaori yang memamerkan lekuk indah tubuhnya, tidak bisa membuat Jake menahan keinginannya untuk menghabiskan waktu lebih lama bersama Kaori. Jake membopong tubuh Kaori keluar dari dalam bath up. Jake menempelkan tubuh Kaori ke dinding tembok, mengangkat satu kaki Kaori dan menggerakkan tubuhnya, gerakan tubuh yang membuat mereka berdua merasakan listrik statis di dalam tubuh mereka masing masing, Jake memejamkan kedua matanya, menikmati sensasi hangat yang menyelimuti miliknya. Gerakan tubuh Jake membuat Kaori hampir mencapai puncak kenikmatan di mana Kaori tidak mampu merasakan kakinya menopang tubuhnya sendiri. Kaori lemas, Jake tidak memberikan kesempatan kepada Kaori untuk rehat sejenak, "Aahkkkh, aku mau keluar Kao," "Aku juga, Jake, kamu-," Kaori tidak bisa melanjutkan ucapannya tubuhnya lebih aktif bergerak dari pada mulutnya, "Aahkkkkkkh" teriak mereka berdua, Jake mengecup bibir Kaori. Melumatnya. Membuat Kaori melenguh. "Thanks Kao, aku harap kamu bisa segera memberikan aku seorang penerus"ucap Jake begitu tautan bibir mereka terlepas. "Hm," sahut Kaori sebelum akhirnya kelelahan dan memasrahkan tubuhnya pada Jake. — Kaori membuka ke dua matanya. Mendapati Jake sedang menatap wajahnya. "Ini sudah jam, berapa?" tanya Kaori yang mendapati dirinya berada di atas ranjang, "Em, sepertinya sebentar lagi, senja akan menyapa," jawab Jake, "Astaga! Kamu membuat aku tertidur selama itu?" tanya Kaori, "Ya," "Aku lapar, Jake. Kamu tidak membiarkan aku untuk makan dengan benar," keluh Kaori, "Aku sudah menyiapkan makan siang untuk kita berdua," jawab Jake yang membuat Kaori mengangguk patuh, "Kamu tunggu di sini dulu, aku akan mengambil makan siang kita," imbuh Jake yang membuat Kaori tidak perlu kelelahan lagi, Jake benar benar ingin Kaori hamil anaknya. Tidak butuh waktu lama, Jake kembali dengan nampan yang berisi makanan untuk mereka berdua. Jake menempatkan nampan di atas pangkuan Kaori. "Kita makan dulu!" "Memangnya kita mau ke mana?" tanya Kaori yang merasa Jake akan mengajaknya ke suatu tempat, "Aku sudah membatalkan semua jadwalku hari ini, besok baru aku bekerja kembali," "Ckckckck, kamu sekarang sudah punya kuasa, Jake," "Tidak juga," kata Jake merendah,"kita makan dulu, dan kamu bisa menghabiskan makanan kamu sekarang Kao," "Hm, Oke," sahut Kaori. Kaori merenggangkan tubuhnya, ketika dia sudah berhasil menutup tubuhnya dengan menggunakan gaun tidur tipis yang Jake sediakan untuknya, "Sampai kapan kamu akan mengurung aku di sini?" tanya Kaori yang membuat Jake menghentikan kegiatannya di depan laptop, "Kenapa?" "Aku mulai bosan, Jake," "Aku butuh seorang penerus," "Ya, akan ku berikan," "Hm, bagus," "Kamu harus menikah dengan aku, walaupun pernikahan kita dilakukan secara kontrak, aku tidak ingin dirugikan Jake," kata Kaori yang membuat jake menganggukkan kepala. "Akan aku lakukan, tapi kamu harus memuaskan aku dulu, Kao," pinta Jake, "Tsk, kamu memanfaatkan kesempatan, Jake," "Aku hanya ingin menikmati kesenangan dengan calon isteriku," kilah Jake yang membuat Kaori kesal namun tak menolak keinginan Jake. "Hmm, oke" kata Kaori sembari menyibak selimutnya dan menghadap ke arah batang panjang milik Jake, Kaori mengurutnya pelan. Melahapnya ke dalam mulut Kaori. "Uuhhh, Kaori, kamu serius ?" tanya Jake yang tak menyangka Kaori akan melakukan hal itu. Jake pikir, Kaori tidak akan melakukan keinginan gila Jake. "Tentu saja, aku akan melakukan apapun demi membalas kebaikan kamu, Jake," jawab Kaori membuat Jake tersenyum, "Kamu milikku, Kaori!" kata Jake yang mulai menjamah tubuh Kaori dengan tangannya, Jake merasakan kehangatan inti tubuh kaori. Jake dapat merasakan Kaori juga menginginkan dirinya. "Hmmmmfhhh—" "It feels so good Kao" Jake memberikan kenikmatan dengan menggunakan lidahnya, Jake merasakan kelembutan inti tubuh Kaori yang basah. Kaori merasakan itu. Kaori memejamkan kedua matanya, meresapi setiap sentuhan yang Jake berikan. Suara decakan dari bibir mereka menggema di ruangan. "Kao, aku menginginkan milik kamu" pinta Jake, Kaori merebahkan tubuhnya ke sebelah Jake. Kaori memberikan ruang untuk Jake menikmati dirinya, Jake tahu ini salah, tapi dengan cara ini, Jake akan memiliki Kaori sepenuhnya, "Kamu sangat menggoda Kao" Jake menghujamkan miliknya. Membuat Kaori mendesahkan nama Jake berkali-kali. Jake meraih gundukan kembar Kaori. Melahapnya dengan rakus membuat Kaori semakin gelisah, Jake memberikan sentuhan yang tak bisa Kaori deskripsikan dengan kata kata. "Aku mencintai kamu Kaori," kata Jake sembari mempercepat gerakannya, Jake meraup bibir Kaori menautkan lidahnya, "Aaakhhh," teriak Jake, "you are the best" puji Jake sembari mengecup kening Kaori. "Ckckck, kamu membuat aku tidak bisa beranjak dari ranjang Jake." cibir Kaori, "Kamu bisa juga becanda kayak gini ya,Kao?" tanya Jake sembari mencubit hidung Kaori. "Aku juga bisa bercanda, aku bukan kamu, Jake?" rajuk Kaori membuat Jake semakin gemas ke padanya. "Aku akan meminta pelayan membawa makanan untuk kita berdua," kata Jake sembari turun dari ranjang, kemudian menggunakan boxernya. "Sampai kapan aku di kurung, Jake?" "Hmm-" "Jake, aku ingin keluar, aku bosan di kamar, aku bukan seekor peliharaan," pinta Kaori sembari mengulurkan tangannya, Jake menghampiri Kaori dan melumat bibirnya. Wajah Kaori memerah. Malu. "Aku nggak minta kamu cium!" "Aku menginginkannya," kata Jake dengan jarak dekat. "Kamu bikin aku baper!" "Tapi kamu suka kan?" "Jake!" "Iya Sayang. Aku hubungi pelayan dulu, oke? Kamu pakai baju. Jangan berkeliaran seperti kemaren, aku bisa gagal fokus nanti" pesan Jake sembari meninggalkan Kaori yang termenung di tempatnya. — Kaori ke luar dari kamar menggunakan lingerie berwarna merah. Karena hanya ada lingerie di kamar Jake, Kaori mengagumi selera Jake. Lingerie yang Kaori gunakan tidak jauh berbeda dengan lingerie yang pertama dia pakai. Bedanya, lingerie yang saat ini Kaori pakai menutupi bagian bawah tubuhnya tetapi terbuka di bagian atas. Membuat gundukan kembar milik Kaori menggantung dengan bebas. Sedangkan bagian bawah tubuh Kaori tertutup dengan seutas tali. Jake yang tampak sibuk menyiapkan kudapan di meja bundar yang berada tidak jauh dari pintu penghubung ruang kerja Jake dan kamar utama milik Jake. "Ini kamu yang siapkan semua?" tanya Kaori, "Tentu saja Kao-,kamu kira siapa?" "Wah-" "Kao?" "Hmm" "Kamu kenapa pakai baju itu?" tanya Jake yang menunjuk Lingeri yang Kaori kenakan, "Hanya ada baju seperti ini di kamar kamu, aku sudah mengatakannya berulang kali, kamu memang seingin itu punya seorang anak?" tanya Kaori tanpa merasa khawatir dengan apa yang dikatakannya, Jake menatap takjub ke arah Kaori, Jake benar benar lupa untuk menyiapkan dress untuk Kaori. "Aku minta maaf, aku akan segera memberikan dress yang layak, " sesal Jake,"kamu bisa duduk dulu, dan menikmati makanan kamu," pinta Jake yang membuat Kaori menganggukkan kepala. Tanpa Kaori sadari, Jake mencoba mengendalikan diri untuk tidak menyentuh Kaori.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD