Membawa topik selingkuh mengingatkan Jeka pada papa. Tentu saja dia tidak sama dengan papa. Jeka bukan orang yang hobi selingkuh. Dia tidak mau disama-samakan dengan lelaki yang hanya bisa menyakiti dia dan keluarganya saja. Aruna menyudahi acara makannya dan bergegas menghampiri Jeka saat dia mendengar pintu kamar lelaki itu ditutup dengan kencang. Jeka marah karena dia bahas soal selingkuh? Kenapa harus marah? Kan dia memang selingkuh. Gadis itu mengetuk pintu kamar Jeka beberapa kali. Saat tidak mendengar sahutan apa pun dari dalam, Una langsung membuka knop dan mendapati Jeka berbaring miring dengan selimut membungkus tubuhnya. "Minum obat dulu, baru tidur." "Tidak perlu mengatur saya. Kamu pulang saja sana," sahut Jeka tanpa menatap sekretarisnya. Heh? "Lo marah gue bahas soal s

