Dengan langkah kaki lebar aku segera memasuki kos Hendra. Aku sangat penasaran dengan perkataan Hendra dan juga khawatir akan keadaannya. Khawatir? Kenapa aku tiba-tiba jadi begitu khawatir akan keadaan Hendra? Sebelum aku pergi, aku sudah memastikan bahwa kondisinya baik-baik saja. Tapi sekarang, sekarang aku sangat mengkhawatirkannya, takut dia kenapa-kenapa dan tidak istirahat dengan baik. Saat melewati koridor rumah menuju kamar Hendra, aku berpapasan dengan beberapa orang berwajah sangar dan berpakaian preman. Aku mengangkat sebelah alis mataku karena bingung dan tentu saja karena takut juga. Aku begitu takut jika mereka akan macam-macam. Tapi kenapa aku terpikir mereka akan macam-macam sedang di sini ada Hendra, dan di luar ada Rio. Aku sedikit menyamping dan mendekat

