Bab 15

1018 Words

Tanpa terasa malam datang dengan cepatnya. Aku masih saja duduk menatap notebookku sambil mencoba mengerjakan hasil observasi tadi siang. Tapi sayang, bagaimana pun usahaku untuk fokus pada hasil observasi, otakku tak dapat fokus sama sekali. Berulang kali aku membca ulang hasil kuesioner dan wawancara, tapi rasanya semua begitu membingungkanku. Angka-angka hasil kuesioner yang begitu mudah sepertinya telah berubah menjadi angka-angka yang sangat menakutkan bagiku. "Aaaggghhh...," aku berteriak frustasi. "Bu ada apa?" tanya Rio dari luar. "Tidak apa-apa, istirahatlah," kataku. Ya, Rio memang sekarang sudah seperti menjadi penjagaku. Sejak dari pagi sampai malam seperti ini dia masih menjagaku. Tentu saja Rio tidur di kuar tidak tidur di kamar bersamaku. Alasan untuk mendapa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD