Ternyata dugaan gue benar. “Lo gak punya otak,ya, teman gue masih sakit lo ajak begituan.” Gue benar-benar marah, tidak menyangka seorang Daniel bisa melakukan hal itu. “Itu karena kamu, Nay,” sahut Daniel. “Karena gue?” Daniel mengangguk. Dia bercerita kalau Santi meminta Daniel untuk menjauhi gue. Dia bilang kalau gue suka sama Radit dan berencana untuk mendekatkan Radit ke gue. Santi sengaja membuat gue berpikiran kalau Santi dan Radit saling cinta untuk melihat reaksi gue. Itu sebabnya ia memberikan kesempatan terakhir buat gue mengungkapkan cinta pada Radit. “Terus kenapa lo lakuin itu ke Santi?” “Aku minta imbalan, ya, imbalannya seperti itu,” jawab Daniel membuat gue ingin memukulnya. Pria itu meringis berusaha menghindar dari serangan gue. “Lo memanfaatkan teman gue demi ke

