“Enak ya kalau punya pacar lima langkah dari rumah. Nggak perlu habisin kuota buat pacaran, ketemu di balkon juga tetap romantis.” “Eh, kamu ngintip ya?” “Habisnya kakak asik banget di kamar.” Sinta membuka pintu lebih lebar. “Kak disuruh turun makan malam. Sekalian aku mau bilang ke papa kalau kakak pacaran sama Kak Radit.” Sinta langsung menutup pintunya dan berlari menuruni anak tangga. Gue harus bisa mengejarnya sebelum Sinta menyebar fitnah yang tidak-tidak. “Papa mama aku punya berita yang hmp!” Beruntung gue berhasil membekap mulut Sinta sebelum dia mengatakannya. “Gue nggak pacaran sama si kunyuk,” bisik gue di telinga Sinta. Om Davin dan Tante Vina menatap kami bergantian. “Tumben kalian akrab biasanya selalu musuhan,” ucap Tante Vina lalu menarik kursi di sebelah Om Dar

