Benih Cinta?

1498 Words

Gue segera sadar akan sebuah kenyataan. Andai yang ada di depan Radit adalah gue yang asli apa dia akan bersikap sama seperti sekarang? Atau justru kami kembali seperti kucing dan anjing yang bertengkar setiap kali bertemu. “Dit, menurut lo Kanaya itu bagaimana?” Radit tersedak minuman. Ia mengernyit menatap gue dengan alis menukik. “Maksudnya apa?” “Menurut lo Kanaya itu seperti apa, dia baik, cantik atau apa?” Gue sudah tidak sabar mendengar jawaban Radit. Ia berpikir cukup lama sampai akhirnya ia mulai membuka mulut. “Dia baik walau kadang ngeselin, sih.” “Terus apa lagi?” “Hm… apa ya? Gue bingung mau jawab apa. Tumben lo tanya tentang Kanaya.” Ada rasa kecewa yang membuat gue patah hati. Jadian nggak pernah, tapi sering patah hati. Nasib jomblo memang nggak berubah. Apa lagi j

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD