“Nggak mau!” teriak Benny memegang pintu mobile rat. “Ayo cepat masuk, jangan nakal,” kata Santi menarik tangan Benny kuat. Gue seperti melihat adegan emak vs anak. Si emak maksa anak buat sekolah sementara si anak enggak mau sekolah. Seperti itulah kira-kira yang terjadi pada Benny dan Santi. “Nat, bantuin gue,” teriak Santi saat tahu gue hanya diam menonton mereka. “Jangan Santi gue nggak mau masuk.” Benny terus menggeleng berharap gue nggak membantu Santi. “Sudahlah nyerah saja. Katanya lo mau berubah jadi nurut saja.” Gue berusaha melepaskan pegangan tangan Benny dari pintu mobil. Berhasil. Kami berdua langsung menarik Benny masuk ke toko. Gue dan Santi menahan Benny di sebuah sofa single agar pria itu tidak kabur. Benny beberapa kali ingin berdiri, tapi gue dan Santi dengan s

