“Eh, ada Santi. Ayo, masuk.” Suara mama sangat lembut membuat perasaan gue tenang. Sangat jarang gue dengar mama bicara lemah lembut gemulai seperti anak gadis menarik perhatian lawan jenis. “Kanaya ada, Tan?” “Ada di halaman belakang. Katanya lagi sibuk.” “Sibuk apa, Tan?” “Nggak tahu, tadi tante lihat dia bawa kertas, pulpen sama kalkulator. Mungkin lagi hitung gaji yang kepotong tanpa alasan,” ujar mama. Mama sangat memahami gue. Gaji yang tak seberapa itu kadang dipotong ini itu, seperti biaya seragam yang sudah harus diganti karena warnanya sudah memudar dan kadang potongan untuk jaminan kesehatan tidak sesuai. Hm… mungkin istilah kerennya lebih bayar. Namun, masalahnya bukan itu, hari ini bukan tanggal gajian jadi untuk apa Santi menghitung gaji yang belum masuk. “San!” Sant

