(Bukan) Kencan

1677 Words

 Tamparan keras mengenai pipi gue. Denyutan terasa sampai membuat mata berair. Untungnya gue rajin sikat gigi pagi dan malam jadi gigi gue nggak gampang rontok. Gadis itu masih berdiri penuh tekad. Santi menarik tangan gue berlindung di belakang tubuhnya. Sebenarnya gue nggak perlu itu tapi biarlah Santi bicara pada gadis itu sementara gue menikmati rasa sakit di pipi. “Siapa lo yang berani-beraninya nampar teman gue?” Santi melipat ujung baju pendeknya. Ia menggeretak dan gadis itu melakukan hal yang sama pada jaketnya. “Bilangin ke teman lo jangan ganggu hubungan orang lain. Gue calon istrinya Boby. Tadi pagi Boby datang ke rumah dan bilang dia membatalkan pernikahan. Gue yakin itu semua karena cewek perayu ini.” Gadis itu menunjuk gue dengan telunjuknya yang lentik. Beberapa teman

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD