Gue sengaja tidak memberitahu Santi. Gue bisa diledek habis-habisan sama dia. Sinta sudah siap saat gue sampai di rumah. Setelah membersihkan diri dan berdandan gue segera turun menemui Sinta. Ternyata Radit sudah menunggu di ruang tamu ditemani oleh Sinta. “Lo nggak keberatan kalau adik gue ikut?” “Tentu tidak. Semakin ramai semakin bagus asal jangan satu kompleks.” Sebuah mobil merah terparkir di depan rumah. Gue nggak tahu kalau Radit bisa nyetir mobil atau punya mobil. Apa dia sengaja menyewa mobil khusus untuk hari ini? “Ini mobil papa gue sudah agak tua, tapi masih terawat.” Radit membuka pintu belakang lebar-lebar. “Silakan Sinta,” ucapnya ramah. Sinta masuk duduk manis di belakang. Gue masih menunggu Radit membuka pintu depan buat gue, tapi pria itu malah masuk ke mobil b

